Informasi Bisnis

Infrastrukur

 

KONDISI INFRASTRUKTUR DASAR

Sebagai bagian dari pembangunan daerah, pembangunan infrastruktur, utamanya infrastruktur dasar di kabupaten diselenggarakan guna memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan umum, baik secara kuatitas maupun kualitas , termasuk didalamnya pertimbangan atas aspek pemerataan. Ketersediaan infrastruktur yang memandai dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi kabupaten.

Pembangunan infrastruktur menjadi sedemikian pentingnya karena merupakan :

1. Tulang punggung produksi dan pola distribusi barang dan penumpang serta mobilitas penduduk;

2. Perekat utama kesatuan antar wilayah (distrik dan kampung);

3. Pemicu pembangunan dan pertumbuhan kawasan;

4. Pembuka keterisolasian daerah / wilayah

5. Salah satu prasyarat kesuksesan pembangunan di berbagai sektor lain, dan salah satu parameter keberhasilan pembangunan secara keseluruhan.

 

Infrastruktur Dasar utama dimaksud antara lain ; Transportasi (Darat, Laut dan Udara), Energi dan Kelistrikan, Telekomunikasi, Perumahan dan Pemukiman serta Sumber Daya Air.

 

Pembangunan Sarana dan Prasarana (PUPR,2020)

a. Ruas Jalan

Total ruas jalan yang terindentifikasi di kabupaten Teluk Wondama hingga tahun 2020 sepanjang 243,591km. Panjang jalan terbangun 158,258 Km dan panjang jalan belum terbangun 85,33 Km (Persentase Panjang Jalan terbangun 65%)

peta jaringan

b. Pembangunan Jembatan Kali,Box Culvert,Gorong-Gorong

c. Jumlah Rumah Tangga Pengguna Air Bersih

 

 

 

Pelabuhan Laut/Dermaga

dermaga wasiorDi Kabupaten Teluk Wondama terdapat dua pelabuhan laut, yaitu di Wasior dan di Windesi. Dermaga Wasior berukuran 70 x 8 meter, konstruksi beton, kedalaman 10,5 meter dan kapasitas 1.500 DWT. Adapun Dermaga Windesi berukuran 73 x 8 meter, konstruksi beton dan berkapasitas 1.500 DWT.

Kedua pelabuhan ini telah ditingkatkan agar dapat disandari oleh kapal dengan bobot lebih besar seperti kapal penumpang Pelni.

Hingga tahun 2010 belum ada penambahan jumlah dermaga laut/sungai yaitu baru terdapat 2 dermaga laut yang dimanfaatkan untuk pelayanan penumpang umum dan barang, yaitu Dermaga Wasior dan Dermaga Windesi yang dapat disandari oleh kapal seukuran kapal penumpang Pelni dan Kapal Barang lainnya. Kondisi pelabuhan di beberapa distrik pantai dan pesisir masih belum tersedia dan belum dapat disandari oleh kapal-kapal niaga dan penumpang, sehingga akses di distrik-distrik tersebut dan sebagian besar kampung hanya dipenuhi melalui jetty-jetty (dermaga kecil) terbuat dari kayu.  

Selama Tahun 2010, tercatat 3 kapal penumpang dan niaga yang rutin melayani jalur dari luar kabupaten menuju Wasior dan sebaliknya.

Jika dibandingkan terhadap kondisi tahun-tahun sebelumnya maka terjadi perkembangan yang sangat tinggi dalam aktifitas kepelabuhanan baik akses transportasi barang dari luar ke ibukota kabupaten maupun aktifitas perpindahan masyarakat yang lebih tinggi aksesnya. Namun demikian secara keseluruhan kondisi ketersediaan infrastruktur pelabuhan laut belum memadai dan belum merata.

  

Bandar Udara dan Transportasi Udara

 

bandara

Kondisi akhir infrastruktur transportasi udara dan moda transportasi jenis ini adalah bandar udara Wasior. Bandar udara Wasior ini berada pada ketinggian 16 meter di atas permukaan laut dengan panjang Landasan 900 meter dan lebar landasan 30 meter mampu didarati oleh pesawat jenis DHC-6 atau twin otter.

Frekwensi rata-rata penerbangan dari dan ke Manokwari 1 kali sehari. Akses penerbangan dari Wasior ke wilayah belum tersedia secara reguler sehingga penjangkauan dilakukan melalui sistem charteran pesawat misionaris AMA dan MAF.

 

Sarana dan Prasanana Telekomunikasi

Hingga tahun 2022 kondisi infrastruktur jaringan telekomunikasi telekomunikasi diTeluk Wondama sangat berkembang sangat pesat. Pembangunan jaringan telkomsel dengan konektivitas  4G dihampir pelosok daerah Teluk Wondama bahkan sampai daerah kepulauan. Selain Pembangunan infrastruktur Jaringan Telekomunikasi oleh Telkomsel, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah membangun 45 Menara Telekomunikasi Base Transeiver Station (BTS) pada beberapa daerah diTeluk Wondama dengan konektivitas jaringan 4G.

Selain Menara BTS Kementerian Kominfo dan Dinas Komunikasi dan Informatika Teluk Wondama membangun Jaringan vsat guna membantu proses pembelajaran pada persekolahan dan bidang kesehatan guna membantu pelayanan kesehatan pada daerah kepulauan dan pedalaman Teluk Wondama.

 

 

 

telkomsel