Profil

Sosial Masyarakat

PENDIDIKAN

Pendidikan yang menjadi fokus pemerintah dalam upaya mencerdaskan bangsa sebagaimana disampaikan pada bagian sebelumnya ialah Pendidikan Formal, yakni pendidikan yang dikenyam melalui sekolah-sekolahformal, yakni Sekolah Dasar (SD)  atau setingkatnya, Sekolah Menengah Pertama (SMP)  atau setingkatnya,Sekolah Menengah Atas (SMA)  atau setingkatnya, serta perguruan tinggi. Di Kabupaten Teluk Wondama,fasilitas pendidikan berupa keberadaan sekolah tersedia dari tingkat SD hingga SMA, tetapi perguruan tinggibelum tersedia pada tahun 2020.

Tabel 3.3  Jumlah Sekolah, Murid, dan Guru menurut Tingkat

Pendidikan Teluk Wondama Tahun 2020

 

TINGKAT                JUMLAH               JUMLAH           JUMLAH

PENDIDIKAN           SEKOLAH               MURID               GURU

(UNIT)                (ORANG)          (ORANG)

 

SETINGKAT SD                56                         5.904                     358

 

SETINGKAT SMP               17                         1.932                     143

 

SETINGKAT SMA                 5                         1.495                       99

 

Sumber : Kabupaten Teluk Wondama Dalam Angka 2021

Bila dilihat dari tingkat pendidikannya, ketersediaan sekolah  di  tingkat  lebih  rendah  memiliki  jumlah  unit  lebih banyak dibandingkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Pada setingkat SD, jumlah sekolah yangtersedia di Kabupaten Teluk Wondama mencapai 56 unit. Sementara itu, jumlah sekolah pada setingkat SMPhanya sebanyak 17 unit. Pada setingkat SMA, jumlah sekolah hanya ada 5 unit pada tahun 2020.

Jumlah Murid yang bersekolah serta Guru pada tahun 2020 juga   memiliki   kecenderungan   yang   serupa   dengan   jumlah sekolah menurut tingkat pendidikan. Pada setingkat pendidikan SD, jumlah murid danGuru merupakan yang terbanyak, mencapai 5.904 orang Murid, dan 358 orang Guru. Sementara itu padasetingkat SMP dan SMA jumlah murid dan Guru menurun seiring menurun pula jumlah sekolah pada tingkat tersebut.

 

Penurunan jumlah murid dari satu tingkat pendidikan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggimengindikasikan adanya tendensi  partisipasi  sekolah yang menurun.  Dengan kata  lain, murid di Kabupaten Teluk Wondama padatahun 2020 memiliki kecenderungan untuk tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.Kondisi ini dapat disebabkan oleh berkurangnya jumlah sekolah yang dapat menampung murid tersebut.

KESEHATAN

Perkembangan Pembangunan dan Pelayanan kesehatan masyarakat di kabupaten Wondama dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami berbagai peningkatan. Hal yang tentunya berdampak pada peningkatan pelayanan Kesehatan masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama,dengan bertambahnya jumlah puskesmas,pustu dan tenaga medis yang menjangkau daerah pelosok di sertai dengan berubahnya status RSUD Dr.Alberth H. Torey dari tipe D ke tipe C pada tahun 2022,dengan terjadinya peningkatan terhadap derajat kesehatan masyarakat. Indikasi perubahan peningkatan status kesehatan terlihat dari meningkatnya indikator usia harapan hidup.

Kondisi pada tahun 2018 dengan jumlah kematian yang ada meskipun telah menunjukkan perkembangan namun tetap masih menempatkan posisi ibu dan anak dalam situasi yang beresiko terhadap Kelahiran. Ratio ini diperkirakan terus berubah dan semakin membaik. Status gizi buruk dan kurang pada ibu hamil, bayi dan balita masih menunjukan tingkatan penurunan yang masih belum siknifikan.

Secara menyeluruh meskipun terjadi peningkatan, tetapi dengan kondisi pencapaian 2020 tetap masih mencerminkan bahwa status kesehatan masyarakat Kabupaten Wondama masih rendah. Tingkatan pencapaian masih jauh di bawah pencapaian angka rata-rata nasional.

Angka kesakitan dan pola penyakit di tahun 2018-2022 masih mencerminkan bahwa malaria sebagai penyakit paling dominan, disusul infeksi saluran pernapasan bagian atas ( ISPA) . Penyakit-penyakit lain yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Teluk Wondama dan menjadi keluhan utama masyarakat antara lain ; TBC / Suspect TB dan paling mendominasi rujukan penderita, penyakit kulit dan jaringan, penyakit saluran pencernaan dan diare.

Peningkatan yang cukup besar pada aspek sumberdaya kesehatan belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan yang signifikan pada aspek cakupan pencapaian pelayanan masyarakat khususnya terhadap program prioritas Kesehatan Ibu dan Anak,  dan Pemberantasan Penyakit Menular,Capaian program meskipun cenderung meningkat tetapi masih jauh dibawah rata-rata kategori baik.

Pelayanan kesehatan yang bersifat preventif juga menunjukan perubahan walau tidak terlalu siknifikan cakupannya antara lain : pencegahan malaria, diare, dan penyakit-penyakit infeksi lainnya. Kondisi yang sama terjadi pada cakupan pelayanan KIA yang belum mampu memberikan tingkatan perlindungan yang optimal bagi ibu – anak, serta belum optimal mengkondisikan tingkatan perlindungan dan tumbuh kembang anak yang optimal.

Banyaknya Tenaga Kesehatan yang Bertugas di Puskesmas menurut Distrik, 2021

Distrik Jumlah Puskesmas Dokter Paramedis Non Medis Jumlah
Perawat Non Perawat
 Naikere - - - - - -
 Wondiboy 1 2 35 12 2 51
 Rasiey - - - - - -
 Kuri Wamesa - 2 - 1 - 3
 Wasior 1 4 41 9 4 58
 Teluk Duairi 1 2 16 12 11 41
 Roon - 2 - 1 - 3
 Windesi 1 2 9 10 9 30
 Nikiwar - - 5 2 - 7
 Wamesa - 1 9 13 1 24
 Roswar 1   2 5 - 7
 Rumberpon 1 2 8 10 1 23
 Soug Jaya - - 1 1 1 3
 Jumlah            
2021 6 17 126 76 29 250
2022            
2023            

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama 2021