Sidang korupsi beras Thailand : Mantan PM Yingluck Shinawatra segera ditahan

25 Agustus 2017 / upload by admin / Berita Terkini

Mahkamah Agung Thailand merilis surat penahanan terhadap mantan Perdana Menteri, Yingluck Shinawatra, setelah yang bersangkutan tidak hadir dalam sidang putusan kasus subsidi beras pada Jumat (25/08).

Pengacara Yingluck meminta Mahkamah Agung menunda sidang putusan karena kliennya mengalami sakit vertigo. Mahkamah Agung kemudian memutuskan untuk menunda sidang putusan pada 27 September mendatang, namun jaksa penuntut mengatakan “tidak percaya tergugat memang betul sakit karena tidak ada surat medis.”

Pihak Mahkamah Agung, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, mengeluarkan surat penahanan guna mencegah Yingluck kabur ke luar negeri.

MA juga menyita US$900.000 yang diberikan Yingluck sebagai jaminan kepada pengadilan sebelum sidang dimulai.

Dalam kasus itu, Yingluck berulang kali membantah melakukan kesalahan skema subsidi beras yang menghabiskan biaya sebesar US$8 miliar atau setara dengan Rp106,7 triliun. Jika terbukti bersalah, dia menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup dan larangan berkiprah di dunia politik.

Yingluck, yang menjadi perdana menteri perempuan perdana di Thailand pada 2011, dimakzulkan pada 2015 lantaran kasus skema subsidi beras. Skema tersebut adalah andalannya sewaktu menjalani kampanye pemilihan umum.

Inti skema subsidi beras adalah meningkatkan pendapatan petani dan memberantas kemiskinan di daerah pedesaan. Untuk mewujudkannya, pemerintah Thailand membayar panen petani dua kali lipat dari rata-rata harga pasar.

Meski bagi Yingluck langkah ini mendulang popularitas, pemerintah Thailand mengalami kerugian ekspor dan tumpukan beras petani tidak mampu dijual. Skema itu juga dipandang membuka celah korupsi.

Selama masa persidangan, Yingluck berkilah bahwa bukan dia yang bertanggung jawab menjalankan skema subsidi beras dan dia adalah korban persekusi politik.

Yingluck, yang merupakan adik bungsu taipan sekaligus mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, dipandang kubu oposisi sebagai boneka kakaknya yang dilengserkan militer pada 2006.

Baik Yingluck maupun Thaksin amat populer di kalangan petani pedesaan, namun dibenci kelas menengah di perkotaan. Partai mereka, Pheu Thai, memenangi setiap pemilihan umum sejak 2001.

 

Berita Internasional